Ramadhan II: Prof. Maragustam Siregar

maragustam

Penceramah pada malam kedua Ramadhan adalah Prof. Maragustam Siregar, Guru Besar Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga. Pada kesempatan kali ini, dengan suara lirih Maragustam mengawali ceramahnya melalui pemetaan puasa menjadi puasa formalitas dan puasa substantif. Puasa formalitas hanya menahan makan, minum dan menjaga dari hubungan seksual SAJA. Namun puasa substantif adalah puasa ideal yang memiliki dampak pada pertumbuhan karakter. Dengan puasa subtstantif, diharapkan dapat memnghilangkan penyakit karakter manusia: hasud, tamak dan dengki. Manusia yang berhasil melalui puasa substantif, maka dia akan dapat mengontrol kebutuhan dasar manusia yang sering menjebak manusia ke dalam penyakit karakter yang telah disebutkan. Maragustam kemudian mengutip Abraham Maslow mengenai kebutuhan dasar manusia. Pertama adalah kebutuhan fisiologis, yang merupakan kebutuhan paling dasar pada manusia. Antara lain ; pemenuhan kebutuhan oksigen dan pertukaran gas, cairan (minuman), nutrisi (makanan), eliminasi, istirahat dan tidur, aktivitas, keseimbangan suhu tubuh, serta seksual. Kedua kebutuhan rasa aman dan perlindungan, dibagi menjadi perlindungan fisik dan perlindungan psikologis. Kebutuhan rasa cinta, yaitu kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki, memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahabatan, dan kekeluargaan. Kebutuhan akan harga diri dan perasaan dihargai oleh orang lain serta pengakuan dari orang lain. Kebutuhan aktualisasi diri, ini merupakan kebutuhan tertinggi dalam hierarki Maslow, yang berupa kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain atau lingkungan serta mencapai potensi diri sepenuhnya. Intinya adalah bagaimana puasa substantif tersebut dapat kita terapkan dalam Ramadhan tahun ini, dan di tahun tahun berikutnya. Hadirin mengangguk tanda setuju sekaligus merasakan denyut irama penyampaian ceramah yang menyanyikan lagu melow pengantar tidur.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *